BOBA: Belajar OSCE Bareng Abang Kakak

BOBA: Belajar OSCE Bareng Abang Kakak

Greetings, SCOMEDIANs !!

Hai, kami adalah Observer SCOME CIMSA USU, keluarga berikutnya SCOME CIMSA. Apa yang kamu lakukan selama karantina? Tidur atau bahasa halusnya disebut sebagai latihan gerakan yoga secara horizontal di tempat tidur sepanjang hari? Mengapa kita tidak melakukan sesuatu yang lebih produktif dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita sebagai mahasiswa kedokteran selama karantina ini? Kami akan menunjukkan kepada semuanya bagaimana kami melakukan suatu hal yang sangat produktif di masa karantina ini.

Salah satu masalah utama yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran adalah OSCE terutama bagi peserta OSCE yang pertama kali melakukannya. 0,08% dari mahasiswa kedokteran USU angkatan 2018 tidak lulus OSCE di semester genap 2018/2019 dan 0,03% tidak lulus di semester ganjil 2020/2021. Itu mungkin tidak dianggap sebagai jumlah yang besar tetapi mungkin lebih baik jika kita terus menguranginya menjadi 0%. Penyebab utama dari kegegalan OSCE pertama kali pada mahasiswa baru adalah karena salahnya sistem yang digunakan karena kegugupan dan sulitnya mengontrol waktu karena tidak pandai mengatur materi yang diujikan. Sungguh kondisi yang disayangkan bahwa hal kecil dapat merusak hal besar. Yang diujikan oleh penguji OSCE pertama kali adalah anamnesis dan pemeriksaan fisik, setiap lulusan dokter harus mampu menguasai itu semua di luar kepala. Maka tidak boleh ada satu orang pun yang gagal di OSCE pertama kali ini, harus 0% kegagalan. Tapi ternyata itu tidak terwujud di mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran USU. Berawal dari keprihatinan itu, Observer SCOME CIMSA USU berencana untuk membuat sebuah platform yang mampu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang OSCE terhadap peserta OSCE pertama kali, yang kami harapkan adalah mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu tentang praktik OSCE dan memberikan tips yang lebih jitu terhadap setiap materi yang nanti juga akan kami ajarkan langsung kepada para peserta. Kami menyebutnya sebagai BOBA (Belajar OSCE Bareng Abangkakak).

Pandemi COVID-19 baru-baru ini mengharuskan kita semua untuk tinggal di rumah tetapi kita tidak boleh membiarkan situasi mengendalikan kita dengan membatasi produktivitas kita dan peluang untuk terus belajar. Karena kebijakan PSBB saat ini, proyek BOBA yang seharusnya bertemu dan mengajarkan langsung dikemas dengan pertumbuhan teknologi yaitu menggunakan platform online melalui panggilan video. Kami berharap bahwa transfer pengetahuan disampaikan seoptimal mungkin sama seperti proses pembelajaran tatap muka. BOBA diadakan untuk anggota baru CIMSA sebagai penerima ilmu dan senior CIMSA sebagai pemberi ilmu. Kita dapat belajar bersama, mengeksplorasi lebih banyak pengetahuan, dan memperkuat hubungan kita sebagai keluarga CIMSA.

BOBA adalah project pertama Observer SCOME CIMSA USU. Peserta BOBA terdiri dari 16 peserta sebagai siswa dan 8 fasilitator. Kelompok belajar dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Dengan 2 fasilitator dan 4 peserta dalam satu kelompok kecil. Kelompok kecil dibuat untuk meningkatkan fokus peserta dalam belajar seperti kursus privat. Acara ini dipimpin oleh seorang moderator dalam obrolan grup yang akan membimbing para peserta untuk masuk ke kelompoknya masing-masing . Tidak hanya pembelajaran online dengan fasilitator, tetapi peserta juga diberikan modul pembelajaran dan video lab keterampilan untuk pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital. Seperti halnya acara offline, kami tidak lupa menambahkan sesi permainan sehingga kegiatan belajar tidak terlalu ketat dan sebagai upaya untuk tetap segar untuk melanjutkan sesi belajar.

BOBA bertindak sebagai media pembelajaran bersama mengenai keterampilan dengan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota CIMSA USU sebanyak 70%. Untuk mengukurnya, OC akan mengadakan pretest sebelum acara dimulai dan posttest di akhir acara. BOBA dibuat untuk batch CIMSA 2019. Konsep BOBA adalah wadah di mana anggota CIMSA saling membantu. Sekilas manfaatnya hanya terlihat pada angkatan 2019, tetapi sebenarnya para senior juga akan mendapat manfaat karena bisa mengingat kembali pengetahuan lama.

Pada aktivitas ini, peran publikasi dan dokumentasi BOBA tidak jauh berbeda dengan aktivitas offline lainnya. Membuat logo aktivitas, poster aktivitas, poster pengingat aktivitas, video after event, dll. Yang berbeda dari aktivitas ini adalah publikasi atau dokumentasi dilakukan melalui perekaman layar dan screenshot dimana biasanya kami menggunakan kamera untuk langsung mengambil foto atau video. OC Acara bertugas untuk menyiapkan semua hal yang berkaitan dengan acar termasuk perekrutan fasilitator, peserta, pembuatan modul, pencarian video dan pembuatan timeline acara

Dengan adanya acara ini, kami percaya bahwa kekuatan dampak CIMSA masih tercermin secara maksimal. CIMSA USU bukan hanya sebuah organisasi yang mengedukasi masyarakat luas tapi juga sebagai wadah bagi membernya untuk saling berbagi ilmu. Kami berharap bahwa dampaknya dapat dirasakan oleh semua individu, terutama mereka yang berpartisipasi dalam keberhasilan acara pertama Observer SCOME CIMSA USU ini. Mari menjadi produktif dan tetap sebarkan hal positif selama karantina ini masih ada.

Panda Hug

Leave a Reply